LAPORAN QRIS, LAPORAN LAKU PANDAI DAN LAPORAN IBC

LAPORAN QRIS, LAPORAN LAKU PANDAI DAN LAPORAN IBC

 

Deskripsi Pelatihan

Perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan yang mudah, cepat, dan inklusif. Bank Indonesia melalui kebijakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah mendorong standarisasi sistem pembayaran berbasis kode QR secara nasional, sementara program Laku Pandai dan layanan perbankan berbasis agen (IBC/Individual Bank Correspondent) hadir sebagai solusi perluasan akses keuangan hingga ke lapisan masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan konvensional. Ketiga instrumen ini merupakan bagian integral dari ekosistem keuangan inklusif yang terus berkembang dan memerlukan pengelolaan data serta pelaporan yang akurat dan tepat waktu.

Sebagai institusi yang berperan dalam sistem keuangan nasional, setiap kantor cabang dan unit kerja terkait wajib memahami mekanisme pelaporan atas transaksi dan aktivitas yang berkaitan dengan QRIS, Laku Pandai, dan IBC sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pemahaman yang baik terhadap prosedur pelaporan ini tidak hanya penting untuk kepatuhan terhadap ketentuan Bank Indonesia dan otoritas terkait, tetapi juga untuk memastikan integritas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis di tingkat manajemen maupun regulator. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan pemahaman di antara petugas yang bertanggung jawab dalam penyusunan laporan, sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas secara terstruktur.

Atas dasar pertimbangan tersebut, pelatihan mengenai Laporan QRIS, Laporan Laku Pandai, dan Laporan IBC ini diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi dan keseragaman pemahaman para petugas pelaporan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami format, prosedur, dan ketentuan pelaporan secara komprehensif, mengidentifikasi permasalahan yang sering terjadi dalam proses pelaporan, serta menerapkan praktik terbaik dalam penyusunan dan penyampaian laporan secara akurat dan tepat waktu. Dengan demikian, kualitas pelaporan dapat terus ditingkatkan demi mendukung efektivitas pengawasan dan pengembangan layanan keuangan inklusif di Indonesia.

 

Materi Pelatihan 

  1. Pengantar Sistem Pelaporan Jasa Keuangan
  • Peran pelaporan dalam sistem keuangan dan pengawasan regulator
  • Hubungan pelaporan dengan manajemen risiko dan kepatuhan
  • Konsekuensi kesalahan dan keterlambatan pelaporan
  1. Pelaporan QRIS
  • Konsep dan ekosistem QRIS
  • Jenis transaksi dan data yang wajib dilaporkan
  • Struktur dan format Laporan QRIS
  • Proses pengumpulan, pengolahan, dan penyampaian laporan
  • Permasalahan umum dan studi kasus pelaporan QRIS
  1. Pelaporan Laku Pandai
  • Konsep dan tujuan program Laku Pandai
  • Ruang lingkup kegiatan dan data Laku Pandai
  • Struktur dan elemen Laporan Laku Pandai
  • Pelaporan agen, nasabah, dan transaksi
  • Pengendalian risiko operasional dalam Laku Pandai
  1. Pelaporan IBC
  • Konsep kerja sama antar lembaga keuangan (IBC)
  • Jenis kegiatan dan transaksi dalam IBC
  • Struktur dan komponen Laporan IBC
  • Pelaporan transaksi dan kerja sama antarbank
  • Kepatuhan terhadap ketentuan dan standar pelaporan
  1. Proses Penyusunan dan Validasi Laporan
  • Alur data dan sistem pendukung pelaporan
  • Teknik rekonsiliasi dan verifikasi data
  • Pengendalian internal dan dokumentasi pendukung
  • Audit trail dan kesiapan pemeriksaan regulator
  1. Kepatuhan, Risiko, dan Pengawasan
  • Risiko kesalahan pelaporan dan mitigasinya
  • Sanksi dan implikasi ketidakpatuhan
  • Peran unit kepatuhan dan pengendalian internal
  • Best practice pelaporan yang efektif dan efisien
  1. Studi Kasus dan Simulasi
  • Contoh laporan QRIS, Laku Pandai, dan IBC
  • Simulasi penyusunan dan evaluasi laporan
  • Diskusi permasalahan aktual di lapangan

 

Tujuan Pelatihan 

  1. Memahami konsep dan ruang lingkup pelaporan QRIS, Laku Pandai, dan IBC dalam sistem keuangan dan perbankan.
  2. Memahami ketentuan dan kewajiban pelaporan sesuai regulasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
  3. Menyusun laporan QRIS, Laku Pandai, dan IBC secara benar, akurat, dan tepat waktu.
  4. Melakukan validasi data dan pengendalian kualitas laporan untuk meminimalkan kesalahan dan risiko kepatuhan.
  5. Mengidentifikasi dan mengelola risiko operasional dan risiko kepatuhan dalam proses pelaporan.
  6. Meningkatkan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan data dan pelaporan keuangan.

 

Jadwal dan Tempat Pelatihan

Bulan Minggu I 

Bali

Minggu II 

Jakarta

Minggu III 

Bandung

MInggu IV 

Yogyakarta

Januari 6-8 13-15 20-22 27-29
Februari 3-5 10-12 17-19 24-26
Maret 3-5 10-12 17-19 24-26
April 7-9 14-16 21-23 28-30
Mei 5-7 13-15 19-21 26-28
Juni 2-4 9-11 16-18 23-25
Juli 7-9 14-16 21-23 28-30
Agustus 4-6 11-13 18-20 25-27
September 1-3 8-10 15-17 22-24
Oktober 6-8 13-15 20-22 27-29
November 3-5 10-12 17-19 24-26
Desember 1-3 8-10 15-17 22-24

 

Harga Pelatihan

Offline

  • Public Training mulai dari 5.000.000 – 7.000.000 per orang
  • Inhouse Training mulai dari 850.000 per orang

Online

  • Public Training mulai dari 1.200.000 per orang
  • Inhouse Training mulai dari 600.000 per orang

 

Fasilitas Pelatihan

  • Sertifikat Pelatihan
  • Expert Trainer
  • Coffee Break 2x per hari
  • Lunch 1x per hari
  • Room meeting hotel minimal bintang tiga
  • Materi pelatihan dalam bentuk hard copy dan juga soft copy
  • ATK
  • Backpack exclusive
  • Jaket eksklusif (souvenir)
  • Dokumentasi
  • Laporan Pelatihan
  • Pre and Post Test

 

Baca juga : Pelatihan Renewable Energy

Instagram kami : https://www.instagram.com/takaartaguna/ 

Views: 0