Pelatihan Peternakan Sapi
Deskripsi Pelatihan
Pelatihan Peternakan Sapi merupakan program yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis kepada peserta dalam mengelola usaha peternakan sapi (perah dan/atau potong) secara aman, efisien, produktif, dan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, pelatihan ini fokus pada penerapan teknik modern, seperti kandang intensif/semi-intensif, manajemen pakan berbasis sumber lokal, reproduksi melalui inseminasi buatan, serta pengelolaan limbah untuk biogas dan pupuk. Lebih lanjut, peserta juga akan mempelajari integrasi dengan program pemerintah guna mendukung swasembada daging dan susu. Oleh karena itu, tujuan utamanya adalah memaksimalkan produksi (susu harian atau pertambahan bobot daging), menjaga kesehatan ternak, meminimalkan risiko penyakit, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional terkini. Program ini sangat cocok bagi peternak pemula, kelompok tani, koperasi, pondok pesantren, maupun usaha skala menengah hingga komersial di sektor peternakan ruminansia.
Materi Pelatihan
Pengantar Peternakan Sapi
- Karakteristik sapi perah (Friesian Holstein, Jersey, dll.) dan sapi potong (Bali, Simmental, Brahman, dll.) sebagai komoditas unggulan.
- Peran peternakan sapi dalam ketahanan pangan, ekonomi masyarakat, swasembada daging/susu, dan dukungan program MBG 2026.
- Risiko ekonomi, kesehatan hewan, lingkungan, serta konsekuensi hukum dari pengelolaan tidak tepat.
Dasar-dasar dan Regulasi Peternakan Sapi
- Strain/bibit unggul dan pemilihan bakalan berkualitas (sertifikasi SNI, sumber impor sesuai Permentan No. 19/2025).
- Regulasi terkini (Permentan No. 32/2025 Kesejahteraan Hewan, Permentan No. 19/2025 pemasukan produk hewan, Perka Bapanas No. 12/2024 harga acuan, target investasi sapi 2026 Ditjen PKH, e-Peternakan/NIB).
- Kewajiban peternak: perizinan, mutu bibit/pakan, pengawasan harga, kesejahteraan hewan, dan akses bantuan/investasi pemerintah.
Identifikasi dan Penilaian Kebutuhan Peternakan
- Evaluasi kualitas bibit/bakalan dan kepadatan kandang optimal.
- Fase pemeliharaan: pedet (0-6 bulan), grower (6-18 bulan), dewasa (produksi susu/penggemukan 18+ bulan).
- Penilaian risiko (kesehatan, nutrisi, iklim, penyakit seperti FMD, antraks, mastitis, brucellosis).
Prosedur Operasional Peternakan Sapi
- Persiapan kandang (intensif, semi-intensif, extensive): desain, ventilasi, kepadatan, fasilitas pemerahan/penggemukan.
- Manajemen pakan & nutrisi (rumput, konsentrat, silase, suplemen mineral sesuai fase, rasio protein/energi).
- Pengelolaan reproduksi (inseminasi buatan, sinkronisasi birahi) dan produksi (pemerahan harian, penggemukan 3-6 bulan).
Manajemen Kesehatan, Biosecurity, dan Pencegahan Penyakit
- Pencegahan & pengobatan penyakit umum (mastitis, FMD, parasit internal/eksternal).
- Biosecurity (karantina bibit, desinfeksi kandang, APD, vaksinasi rutin).
- Penerapan kesejahteraan hewan (Permentan 32/2025): lima kebebasan (bebas lapar, nyeri, ketakutan, dll.).
- Tanggap darurat (wabah penyakit, kematian massal, bencana alam).
Sanitasi, Kebersihan, dan Pengendalian Risiko
- Program sanitasi kandang (pembersihan kotoran, desinfeksi, pengelolaan limbah).
- Pengelolaan limbah (kotoran sapi untuk pupuk/biogas) & pencegahan pencemaran lingkungan.
- Pencegahan overfeeding, stres panas, dan kedaruratan operasional.
Dokumentasi, Pelaporan, dan Kepatuhan
- Pencatatan harian (produksi susu/kg, ADG bobot, mortalitas, konsumsi pakan).
- Traceability (logbook, manifest bibit/pakan/obat, rekam kesehatan).
- Persiapan audit/inspeksi (Dinas Peternakan, Kementan, sertifikasi mutu/kesejahteraan) & pelaporan ke instansi terkait.
Tujuan Pelatihan
- Memahami prinsip dasar, regulasi terkini (termasuk kesejahteraan hewan dan harga acuan), serta pentingnya peternakan sapi secara berkelanjutan untuk ketahanan pangan nasional.
- Mampu memilih bibit/bakalan unggul, mengelola fase pemeliharaan (pedet, grower, dewasa), dan menjaga kesehatan sapi secara efektif.
- Melaksanakan prosedur operasional kandang, pakan, reproduksi, pemerahan/penggemukan, serta pengelolaan limbah sesuai standar.
- Menerapkan biosecurity, pencegahan penyakit, kesejahteraan hewan (berdasarkan “Lima Kebebasan”), dan tanggap darurat yang efektif.
- Menjaga kebersihan fasilitas peternakan serta lingkungan untuk produksi optimal, ramah lingkungan, dan akses bantuan pemerintah.
- Melakukan dokumentasi, pencatatan produksi, pelaporan, serta kepatuhan terhadap regulasi, audit, dan sertifikasi.
Views: 0